
Satu
orang putri dari Stasi Sinar Gunung Paroki ST. Konrad Martubung telah
terpanggil menjadi pelayanNya lewat kaul kekal Suster Krisna Saragih, SSPS di
Surabaya pada tanggal 2 Juli 2016 bersamaan dengan Suster Feronika Samosir,
SSPS dari Dolok Sanggul dan Suster Harna Tobing, SSPS dari Tarutung . Rasa suka cita ini pun turut serta dirasakan umat
paroki ST. Konrad Martubung khususnya stasi Sinar Gunung lewat perayaan misa
dan pesta syukuran yang dilaksanakan di Stasi Sinar Gunung pada hari minggu 24
Juli 2016. Misa syukuran dipimpin oleh RP Martin Nule, SVD, RP Alex, SVD serta RD Parlindungan Purba, dihadiri oleh puluhan
suster dan hampir ribuan umat dari stasi-stasi se Paroki Martubung dan turut
serta dihadiri oleh beberapa calon frater dari Seminari Menengah Pematang
Siantar.
Dalam
khotbahnya, RP Martin Nule, SVD selaku pastor paroki ST. Konrad Martubung
mengambil tema “Tuhan Ajarilah Kami Berdoa” dan kaitannya dengan motto Suster
Krisna Saragih yakni “Inilah Anakku Yang Kukasihi, Kepadanyalah Aku Berkenan”. Ditengah
khotbahnya, beliau mengundang Suster Krisna untuk tampil ke depan menjelaskan apa
yang melatarbelakangi mengapa suster Krisna memilih motto tersebut. Beliau pun
menceritakan beberapa hal dihadapan seluruh umat, diantaranya adalah pengalaman
dan perjalanan hidupnya selama menjalani panggilanNya yang tidak lepas dari
berbagai tantangan dan cobaan, tidak lupa bahwa dalam setiap tantangan
beliau selalu menjalin komunikasi dengan
Tuhan serta ayah yang beliau kasihi yang sudah lama meninggal tetapi tetap selalu
ada dalam bentuk roh. Semua tantangan dan cobaan dapat dihadapi bersama dengan
Tuhan dan kadang-kadang tidak segan melakukan tawar-menawar dengan Tuhan dalam
setiap permasalahan yang beliau hadapi, dan kesimpulannya adalah “Tuhan Maha Baik”
begitulah pengakuan Suster Krisna dengan tegas sehingga memilih motto tersebut.
Pada
kesempatan ini juga, turut serta hadir
Suster Feronika Samosir, SSPS dari Dolok Sanggul dan Suster Harna
Tobing, SSPS dari Tarutung. Setelah perayaan misa, kemudian dilanjutkan dengan makan
bersama dan acara adat khas Simalungun. Turut serta hadir seluruh keluarga
Suster Krisna, karena pada pesta inilah dianggap momen yang paling tepat para
keluarga memberikan ulos kepada Suster dengan
beberapa harapan dan nasihat. Dilanjutkan dengan tor-tor dengan
kata-kata nasihat dan pengharapan dari masing-masing stasi dan kemudian
dilanjutkan dengan hiburan, tari-tarian dari SEKAMI dengan penuh sukacita dan
rasa gembira yang dirasakan seluruh umat yang hadir